Puncak Jayawijaya, Papua

Objek
wisata Puncak Jayawijaya merupakan pegunungan dengan diselimuti salju
abadi, yang terletak di puncak tertinggi Pegunungan Sudirman, Provinsi
Papua. Puncak Jayawijaya atau yang lebih singkat disebut Puncak Jaya ini
memiliki ketinggian mencapai kurang lebih 4,884meter di atas permukaan
laut. Selain dikenal dengan puncak Jayawijaya, puncak tertinggi ini juga
dikenal dengan sebutan Cartstenz Pyramide atau Puncak Cartstenz. Nama
tersebut diambil dari petualang asal Belanda, yaitu Jan Cartstenz yang
pertama kali melihat adanya puncak gunung bersalju di daerah tropis
tepatnya di Pulau Papua. Puncak ini merupakan salah satu puncak gunung
yang ada di perlintasan garis khatulistiwa, selain pegunungan di Afrika
dan Amerika Latin. Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya nampak
seperti permadani hitam yang diselimuti oleh tudung putih. Jika matahari
sedang cerah maka hamparan salju tersebut akan memantulkan cahaya
mentari yang menyilaukan. Kandungan es di pegunungan ini diperkirakan
mencapai 5% dari cadangan es dunia yang berada di luar Benua Antartika.
Namun akibat pemanasan global, jumlah tersebut dari tahun ke tahun
menyusut. Jika dilihat dari type gletsernya, kawasan bersalju di
Jayawijaya masuk ke dalam type Alpine Glaciaton. Sementara Gletser di
wilayan ini masuk ke dalam type Valley Glacier, yaitu aliran Gletser
yang mengalir dari tempat tinggi menuju daerah yang lebih rendah. Oleh
sebab itu daerah ini dimungkinkan terdapat aliran sungai es. Puncak yang
juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak dunia yang sangat
fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia.

Jika
anda tertarik untuk menjelajahi Pegunungan Jayawijaya, tentu saja hal
utama yang harus dipersiapkan adalah kesiapan fisik, perbekalan dan
logistic. Latihan rutin di daerah dengan suhu cukup dingin adalah
beberapa sinar yang cukup efektif untuk menghindari ancaman hipotermia,
yaitu hilangnya panas tubuh karena berada di daerah dengan suhu yang
sangat dingin. Selain itu aspek izin juga harus disiapkan jauh hari
sebelum pelaksanaan pendakian.

Daya
tarik dari Gunung Jayawijaya tak hanya menikmati salju, di pegunungan
ini wisatawan juga dapat menyaksikan langsung bukti geologis mengenai
sejarah pembentukan pegunungan Jayawijaya. Penelitian geologi menemukan
bukti empirik bahwa pegunungan ini semula merupakan dasar laut yang
terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pulau ini terbentuk dari batu
sedimen yang terangkat akibat ditumbuk oleh lempengan Indo-Pasific dan
Indo-Australia di dasar laut, sehingga berubah menjadi sebuah pulau
besar. Bukti ini bisa dilihat dari fosil hewan laut yang tertinggal di
Pegunungan Jayawijaya. Oleh karena itu, selain menjadi surga bagi para
pendaki, kawasan ini merupakan surga bagi penelitian geologis.
Setelah melakukan pendakian, anda bisa melakukan peristirahatan di
beberapa penginapan atau hotel yang berada di daerah Papua, contonya :